Ketika Maret 2007, kami mendapatkan pasien yg cukup serius dg gangguan pencernaan dlm gejala yg sangat kabur tdk bisa ditegakan sebagai colic usus, atau pun gastric problem.
Gejala kembung, mual, begah, sakit yg berpendar di kiri tengah atas dan kanan perut.
Image test tdk menghasilkan kendala apa2, demikian juga dg lab test.
Penggunaan probiotik, dan bebrapa nutrient yg pada umumnya bisa mendatangkan efek baik, ternyata tdk terlalu membantu.
Eliminasi produk yg dimakan, sdh dilakukan, dan seolah semuanya tdk berkesan apa pun.
Kemudian pasien disarankan utk melakukan diet tanpa menyentuh nasi dan semua produk beras selama 3 hari, dan ajaib karena gejala membaik.
Dg demikian, maka mau dan tdk perhatian perlu mendapatkan tempat bagi beras yg selama ini dianggab sebagai bahan makanan yg paling tolerable buat umat manusia, paling berserat dan paling baik bagi berbagai gol darah.
Dari sinilah maka kemudian kami mulai melakukan hunting beras yg ada di Jakarta dan melakukan berbagai analisa dg kemampuan yg ada pada kondisi kami sendiri.
Tentu saja kami mulai dari menggunakan beras putih lokal, sampai kemudian membeli berbagi macam beras import utk diketahui hasilnya.
Beras2 itu antara lain:
Beras putih Pandan wangi berbagai merek baik yg dijual di supermarket mau pun yg berada di pasar termasuk pasar tradisional, Setra Ramos berbagi merek, Rojolele berbagai merek, Beras import Singapore Extra Fancy Kokuho Rice from California, USA dg tanda daftar No 198101526C; Kohinoor, India's Premium Basmati Rice BPOM 263039001026 dan Lal Dilla Royal Basmati Rice Special Old Malai, India BPOM 263039001023 juga termasuk dari beras yg kami pikir karena import berarti cukup memenuhi Standard mutu dan tdk mengandung berbagai zat yg dapat membahayakan organ tubuh.
Kemudian kami temukan beras curah berwarna coklat di Supermarket C, yg ternyata setelah di cuci dan dimasak merupakan beras busuk karena baunya memang sdh hilang ketika dimasak (bau pandan) dan yg tinggal adalah beras busuk bekas kena air yg berbau khas.
Brown rice pun berlanjut dg produk Organic Land baik yg dlm kemasan plastic tanpa Zipper, mau pun yg berzipper, Organic Brown Rice dg code OBR berwarna kuning yg berlabel DepKes P-IRT 215337401405, Brown rice bio dg kotaknya yg sangat menawan dari karton berlabel hijau BPOM IDM 00084188.
Hunting akirnya membawa kami pada toko buah yg juga menjual beras sehingga ditemukan pula beras berwarna merah.
Beras merah yg sangat menawan dg warna merah bata, merah cerah dan yg terakir berwarna merah muda, yg antara lain termasuk dg produk dari Navil dg label Depkes P.IRT 81532760-1083, Superior DepKes RI No. SP0043/11.04189, Organic land Covenient Pack Red rice, dan Finna Red Rice BPOM MD 227913074158 yg berwarna sangat menarik karena berasnya utuh, bagus mengkilap dan berwarna kemerahan.
Sampai disini kita akan teruskan penulisan tanpa menyebutkan merek dan hasil tetapi hanya kesimpulan agar pembaca bisa nantinya mendapatkan manfaat dari penulisan ini.
Perlu menjadi garisan bahwa semua jenis beras yg digunakan adalah beras baru, baru dibeli, harga bervariasi mulai dari Rp 3000.- perkg sampai dg yg berharga Rp 33,000.-
Penggunaan lampu utk foto digunakan lampu UV Philips utk sterilized (UV c) 15 W, Lampu UV utk pengecekan uang (fluorocense UV) 5 W, Lampu Halogen 12 V 50 W, Lampu Darklight utk insectisida (lampu serangga dan nyamuk) 10 W, TL cool light non mercuries 10, 20, dan ring type 20-40 W.
LED super white lamp 3-9 bulb, LED Super white yellow 3 bulb, LED super white UV spectrum light 3 bulb.
Photos menggunakan Camera build up dari Nokia 7710, dan Camera Nikon Coolpix Macro, serta Microscope Camera
Panci dan tempat menggunakan stainlessteel dan berbagai nampan agar menampakan image dg baik, dan bisa digunakan pada kompor2 tertentu.
Kompor menggunakan kompor listrik 2x300 W, Kompor Magnetik dan kompor gas.
Air menggunakan air reverse osmosis dg TDS dibawah 5, Ph 7-9.
NO additional chemical selama proses pada beras yg ada.
Beras kemudian dikonsumsi kami sendiri dan beberapa org lainnya dg sensitiviti yg berbeda.
Dan....... baiklah inilah catatannya sbb:
Minggu, Februari 03, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar